Prioritas Pemahaman Atas Hafalan


K
etika kita berbicara tentang prioritas pengetahuan atas amal perbuatan—kepada sesuatu yang penting, yang juga termasuk di dalam perbincangan kita mengenai fiqh prioritas. Yaitu prioritas pemahaman atas penguasaan yang sekadar hafalan. Ilmu yang hakiki ialah ilmu yang betul-betul kita fahami dan kita cerna dalam otak kita. Itulah yang sebenarnya diinginkan oleh Islam dari kita; yaitu pemahaman terhadap ajaran agama, dan bukan sekedar belajar agama; sebagaimana dijelaskan di dalam firman Allah SWT:
"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu'min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (at-Taubah: 122)

Tanah Liat dan Keramik


Tanah liat
Di salah satu sudut sebuah toko keramik, terdapat sebuah cangkir keramik yang sangat indah dan bernilai tinggi, karena cangkir itu penuh dengan cita rasa seni yang sangat tinggi, begitu indah, memukau. Sayang, harganyapun selangit, mungkin hanya segelintir orang yang mampu memilikinya.
Suatu saat, ada seorang gadis cantik yang terpesona akan keindahan cangkir tersebut. Ia berjalan mendekati etalase kaca sambil berkata “Subhanallah, teramat cantik cangkir ini, seumur hidup, inilah cangkir terbaik yang pernah aku lihat!” saat si gadis bermain dengan imajinasinya, tiba-tiba cangkir itu berbicara, “Terimakasih atas perhatiannya wahai gadis cantik.

Dunia Tawarkan Popularitas


Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diciptakan Allah diantara makhluk-makhluk lainnya, dan setiap manusia pasti dibedakan oleh masing-masing levelnya, baik itu level bawahan, menengah dan juga level yang tertinggi, dari sinilah terkadang manusia masing-masing mengejar impiannya untuk menggapai kesuksesan dan keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan maupun meningkatkan levelnya masing-masing.
Banyak manusia yang menginginkan level kehidupannya selalu meningkat, berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan level kehidupannya, ada dengan pekerjaan, pendidikan, keterampilan dan lain-lain semua dilakukan hanya untuk meraih kepopularitasan.


Allah SWT Berfirman yang Artinya: “Di haramkan atas kamu mengawini ibu-ibumu, anak-anakmu yang wanita, saudara-saudaramu wanita, saudara-saudara bapakmu yang wanita, saudara-saudara ibumu yang wanita, anak-anak wanita dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak wanita dari saudara-saudaramu yang wanita, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara wanita sepersusuan, mertua, anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang sudah kamu campuri, tetapi jika belum kamu campuri dengan istrimu itu(dan sudah kamu ceraikan). Maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan di harankamkan bagi kamu) istri-istri anak kandungmu dan menghimpun dua wanta yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah MahaPengampun Lagi Maha Penyanyang”

Memaknai Prestasi Dalam Bingkai Kesalehan

Oleh: H. Nasrullah, Lc., MHI

S
ecara natural, manusia terlahir untuk meraih prestasi. Allah telah mendesain organ tubuh manusia dengan berbagai macam potensi dan perangkat yang telah siap diekplorasi untuk mencapai prestasi. Manusia yang hidup tanpa prestasi berarti telah mematikan potensi diri yang telah Allah amanahkan.
Ketika manusia berhasil membimgkai prestasi dalam kesalehan berarti ia telah menata hidupnya sesuai dengan kefitrahan. Manusia Allah ciptakan dengan perangkat-perangkatyang siap untuk aktivitas-aktivitas seleh. Mari kita simak pesan Rasul berikut:
Abu Hurairah Radliallahu ’anhu berkata: Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kemudian orang tuanya lah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat cacat padanya?” (HR. Imam bukhari)

Brosur STIQ


SEKOLAH TINGGI ILMU AL-QUR’AN
( STIQ-AMUNTAI )



IZIN PENYELENGGARAAN
SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM
NOMOR. DJ. I/216.C/2007 Tanggal 28 Mei 2007
TERAKREDITASI : B di BAN-PT
Nomor. 042/BAN/PT/Ak/XII/I/2010 Tanggal, 22 Januari 2010
JL. Rakha Pakapuran (0527) 62584 Amuntai Utara HSU
 PENERIMAAN MAHASISWA BARU
TAHUN AKADEMIK 2012/2013
Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an (STIQ) Amuntai memberikan kesempatan kepada lulusan Madrasah Aliyah atau Sekolah Menengah Umum untuk mendaftarkan diri sebagai calon mahasiswa baru Program Sarjana (S1) pada tahun akademik 2012/2013.

Info Jenis ke 3

Telah Terbit JENIS EDISI ke III dengan berbagai inspirasi yang memnggugah dan menarik. Bacaan yang baik bagi semua kalangan. karena, rubrik berisikan hal - hal yang menarik diantaranya :
"VALENTINE DAY vs MAULID NABI SAW"
"Prioritas Pemahaman atas Hafalan"
"Memaknai Prestasi dalam Bingkai Kesalehan, By Ust. Nasrullah, Lc, MHI
dlll

Valentine Day VS Maulid Nabi SAW


Tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari Valentin Day bagi yang merayakan sedangkan bertepatan tanggal 5 Februari 2012 Indonesia libur bersama karena memperingati Maulid Nabi. Bagi kebanyakan orang, dua hal ini merupakan sesuatu yang sama-sama menyenangkan. Sebuah seremonial yang membahagiakan. Bahkan bisa diartikan sebagai bentuk ibadah bagi yang meyakini.
Valentin Day yang awalnya berasal dari budaya masyarakat romawi kuno. berawal sebuah ritual memuja dewa Valentine (dewa kesuburan) dengan cara mencari pasangan muda-mudi secara bebas yang dipandu oleh pastur. kemudian mereka bisa melakukan apa saja sesuka hatinya. Termasuk free sex, sehingga tidak ada bedanya manusia dengan  binatang. Namun anehnya budaya yang tidak terpuji itu masih banyak yang menganut sampai sekarang. Bahkan budaya itu masuk ke rumah-rumah kita. Kalau ini terus berlangsung tunggu saja kerusakan moral bangsa ini. Coba lihat Malaysia yang benar-benar save terhadap akhlaq dan moral masyarakatnya, sehingga pemerintah melarang rakyatnya memperingati VD. Bagai mana dengan Negara kita yang besar ini?

Resensi Jenis Edisi ke II


Nama Penulis/Pengarang     :       Tim Redaksi Jenis
Judul Lengkap                    :    Jenis (Jendela Inspirasi) Edisi II / Januari 2012
Editor dan Layout                :    Muh. Haris Zubaidillah dan Hasan Basri
tempat ( kota ) penerbit       :    Amuntai
Penerbit                                :    Jenis Printing
Bulan dan Tahun Terbit    :    Januari 2012
Jumlah Halaman                :    40 Halaman (termasuk sampul)
Tema-tema Bacaan            :    Daftar Inspirasi, Kolom Kritik dan Saran, Sapa Jenis, Tokoh, ‘Ibrah, Cerpen, Fiqh Aulawiyah, Tips, Fabel, Mahabbah, Curhat, Syabab, Alam Tara, Hayat, dan Hymne STIQ (16 Tema)

Resensi Jenis Edisi ke I


    Nama Penulis/Pengarang        :    Tim Redaksi Jenis
Judul Lengkap                        :    Jenis (Jendela Inspirasi) Edisi I / Desember 2011
Editor dan Layout                  :    Muh. Haris Zubaidillah dan Hasan Basri
tempat ( kota ) penerbit          :    Amuntai
Penerbit                                  :    Jenis Printing
Bulan dan Tahun Terbit         :    Desember 2011
Jumlah Halaman                     :    32 Halaman (termasuk sampul)
Tema-tema Bacaan                 :            Daftar Inspirasi, Muqaddimah, Tokoh, Pandangan, Nasehat, Hikmah, Ketika Hati Berbicara, Alam Tara, Pendidikan, Tafakkur, Profil, Kenapa Pengin kaya, Cerpen, Curhat, Hymne STIQ, dan Komentar Mereka (16 Tema)